Beberapa minggu lalu, seorang teman menyapa di aplikasi pesan. Saya biasa bercakap-cakap dengannya via chat, setidaknya tiga kali seminggu. Cuma tiba-tiba hari itu, dia sedikit berbeda. Ia menyapa saya tapi yang dibicarakan seperti berputar-putar. Pada akhirnya, ia dengan jujur mengutarakan kalau ia berniat untuk pinjam uang.
Saya nggak tahu ia mau pinjam buat apa, tapi kurang jelas alasannya dan nominalnya bikin saya menganga. Ia mau pinjam uang 10 juta rupiah! Yang padahal gaji saya tidak sampai segitu. Yang benar saja. Saya pun tidak mau basa-basi dan menolak permohonannya. Saya tahu ia bakal mengembalikan tapi cukup berat buat saya buat meminjamkan uang 10 juta.
Saat itu, saya tidak bisa memberikan alternatif karena saya tidak tahu teman dia lainnya yang bisa meminjamkan. Saat itu pun, saya tidak tahu kalau ada Julo, kredit digital alias pinjaman online alias pinjol yang sudah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kalau saat itu sudah tahu, saya pasti akan merekomendasikan Julo untuk teman saya yang sedang membutuhkan uang.







